Pengumuman

Assalamualaikum Dan Salam Sejahtera pembaca sekalian, ini adalah blog tugasan amir dalam menghasilkan weblog, sila lawati blog sebenar amir ahmad-amiruddin.com :)

Saturday, 14 December 2013

Keajaiban Pohon Dan Tulang


Keajaiban Pohon dan Tulang Sebagaimana Allah Swt menciptakan pepohonan dan menjadikannya sebagai kayu bakar sejak berjuta tahun lalu, maka Dia pun sanggup menghidupkan kembali tulang-belulang, mari kita renungkan ….

Dalam Al-Quran terdapat banyak rahasia-rahasia tersembunyi yang tidak akan diketahui kecuali dengan merenungkan Kitab yang agung ini. Semua ayat-ayat suci saling berkaitan satu sama lain membentuk sebuah struktur bahasa yang sempurna, dan hal ini yang ingin kami ungkapkan melalui teks Al-Quran berikut:

(وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ * قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ * الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ) [يس: 78-80].

Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" (78), Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk(79), yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu"(80)” [ Yasin: 78-80].



Terdapat beberapa penyangkal tentang adanya kebangkitan manusia setelah mati, dan mengatakan bahwa manusia akan binasa dan berubah menjadi tanah serta tulang belulang lalu mengalami pembusukan dan kebinasaan maka inilah akhir riwayat hidup. Demikian Allah Swt menaggapi orang-orang seperti itu dengan berfirman : " Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama …".

Ayat ini merupakan bukti awal bahwa yang menciptakan tulang-belulang ini tanpa bahan dasar, sangat mudah baginya untuk membangunnya kembali dari awal.

Seorang arsitektur yang membangun menara dari bahan baku tidak diragukan lagi dapat membangunnya kembali jika rusak. Jika hal ini sangat mungkin dilakukan oleh manusia, bagaimana halnya dengan Sang Pencipta Manusia yang Maha Kuasa ?!



Keajaiban Pohon dan Tulang Bagian yang diperbesar pada tulang alami yang menunjukkan pori-pori (spasi) yang mirip dengan pori-pori kayu, dan kenyataan kita sekarang dapat melihat dan menyaksikan pembentukan tulang pada Embrio dari elemen dasar, yang tulang-tulang ini dapat direkonstruksi dari unsur yang sama dan sesuai, dan ini menjadi bukti ilmiah bahwa terdapat kemungkinan untuk menghidupkan kembali orang mati melalui kuasa Sang pencipta Maha Esa.

Bukti kedua yang Allah Swt perlihatkan sebagai contoh dari dunia pohon yang kita lihat setiap hari sejak Dia Berfirman : "… yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau.."

Keajaiban Pohon dan Tulang Dia-lah yang mengatur pepohonan dan tumbuh-tumbuhan pada setiap kondisinya setelah mengalami kerusakan dan kehancuran lalu tenggelam dalam Bumi dan remuk hingga tidak tersisa darinya komponen-komponen yang dapat disebutkan lagi….

Dia-lah yang membiarkannya mengalami proses pematangan dan perubahan menjadi minyak bumi, gas dan batu bara…..yang kesemuanya ini bisa kita manfaatkan sebagai bahan bakar untuk pemanasan, industri, dan transportasi…

Dia-lah yang menciptakan kondisi dan hukum-hukum yang menjamin Rekonstruksi kehidupan alam pepohonan dalam bentuk bahan bakar…

hanya Dia-lah yang mampu mengembalikan kehidupan manusia dengan kondisi yang baru setelah mengalami kematian dan kemusnahan !!

Keajaiban Pohon dan Tulang Dan menjadi pertanyaan sekarang: Mengapa Allah Swt mengambil perumpamaan dengan hal ini dan apakah keterkaitan antara tulang dan pohon ?? Pada gagasan pertama mungkin kita akan mengira tidak ada keterkaitan antara keduanya, tetapi penemuan terbaru menegaskan adanya hubungan keserupaan antara pembentukan tulang dan  pohon dengan cara yang tidak akan terbayangkan dalam pikiran  manusia tanpa mengetahui terlebih dahulu  penemuan baru ini.

Penemuan Baru

Para Ilmuwan Italia dari pusat penelitian di Florence University telah mengetahui proses pembuatan tulang kayu dari beberapa batang pohon. Dan hal ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan alternatif baru untuk tulang yang patah akibat kecelakaan atau kanker!



Keajaiban Pohon dan Tulang Diperoleh lewat sinar X (rontgen), Gambar kerangka manusia yang mengalami kekeroposan dan penyakit kangker, dan para ilmuwan berupaya mendapatkan metode pembuatan tulang dan terakhir mereka menemukan bahwa kayu pohon merupakan elemen yang cocok untuk itu.

Dan penemuan baru ini terus dikembangkan hingga dapat menghasilkan kayu berdaya tahan dan solid sehingga hampir menyerupai sifat-sifat tulang manusia. Seorang peneliti "Anna Tampieri" (ketua badan penelitian) mengatakan: Pembuatan tulang (kayu) dapat dihasilkan melalui metode pemanasan secara berkali-kali dan memerlukan daya tekanan tinggi untuk mengubah komposisi kimia dengan menambahkan kalsium dan fosfat ke dalamnya sehingga menjadi bahan yang kuat dan tahan lama seperti tulang asli, maka diperlukan cara tertentu untuk membuat struktur internal yang sama pada tulang manusia.



Keajaiban Pohon dan Tulang Gambar yang diperbesar dari bagian kayu, dan kami mencatat bahwa (kayu) itu mengandung pori-pori dan ruang yang mirip dengan struktur tulang, dan keserupaan ini membuat para Ilmuwan mengadakan penelitian lebih lanjut mengenai  pembuatan tulang dari unsur ini.

Tulang buatan dari batang pohon setelah mengalami pemanasan dan pencampuran beberapa bahan kimia, menghasilkan tulang yang serupa dengan tulang Asli tetapi tampak tak hidup! Seperti yang dilansir dalam Journal Materials Chemistry, majalah yang mengulas masalah unsur-unsur Kimia.

Peneliti "Tampieri" mengatakan bahwa lubang-lubang dan cela-cela yang terbentuk dalam tulang buatan akan mempermudah aliran darah, saraf, dan bagian-bagian lain dari tulang Asli ke (tulang) pengganti baru yang terbebas dari bahan-bahan buatan dan kemampuannya menanggung berat badan.

Sisi Keajaibannya
Pembuatan tulang dari batang pohon adalah sesuatu yang baru yang tidak pernah diketahui pada Zaman turunnya Al-Quran. Oleh karena itu Al-Quran menggunakan pohon sebagai Analogi dalam proses kebangkitan Tulang-tulang yang telah hancur lebur, supaya menjadi implikasi adanya hubungan antara tulang dan pohon, tetapi tulang ciptaan Allah Swt lebih unggul dengan adanya karismatik Ruh dalamnya, Dimana sangat kontras dengan tulang buatan manusia yang hampa tak bernyawa.

Hal kedua, bahwa Allah Swt menggunakan Fakta-fakta ilmiah untuk membuktikan kebenaran Kitab dan Janji-Nya, maka bagi yang mengingkari adanya rekonstruksi penciptaan tulang perlu bukti Ilmiah yang membenarkan gagasan tersebut sebab memungkinkan bagi manusia sanggup membuat tulang dari unsur pohon, dan sudah jelas bahwa Allah Swt dengan keagungan-Nya pasti lebih mampu atas hamba-hambaNya untuk mengembalikan pembuatan dan penciptaan tulang-belulang ini.

Hal ketiga, bahwa Allah Swt menunjukkan adanya energi dalam pepohonan, energi ini berupa panas yang Allah Swt simpan dalamnya, yang terus bertahan selama beribu tahu, dan disebabkan Faktor-faktor alam pepohonan itu berubah menjadi batu bara, gas alami, dan minyak…

Penemuan baru ini telah terungkap dalam Al-Quran dengan Isyarat yang halus melalui kata: (Api), karena kita tidak akan bisa memanfaatkan sumber daya alam seperti minyak dan gas setelah melalui proses pembakaran sehingga menjadi api, dan dengan demikian menghasilkan energi mekanik dan listrik dari api ini. Jika Allah Swt mengatakan bahwa pohon akan berubah menjadi minyak, maka Umat Muhammad Terdahulu (sebelum adanya teknologi) tidak akan mengerti tentang hal tersebut, tetapi Allah Swt menggunakan kata Api agar dapat dipahami sepanjang Zaman walau ilmu pengetahuan telah berkembang…

Maka segala puji bagi Allah Swt !

————————————————————-

Oleh: Abduldaem Al-Kaheel


Disalin dengan sedikit editan tanpa mengurangi isi dari artikel : www.kaheel7.com
Get This

Monday, 9 December 2013

Penemuan Terompet Sangkakala Malaikat Israfil Di Angkasa Oleh Ilmuwan NASA

Bismillah, Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang
Assalamualaikum pembaca semua, amir just share daripada satu laman blog.. Sebenarnya perkara ini sudah lama telah dijelaskan dalam Al-Quran dan juga Hadis Rasulullah saw.. semoga bermanfaat
InsyaAllah.
Peristiwa mengerikan yang akan terjadi pertama kali pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil atas perintah Allah. 
Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114) 
Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: 
Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya Asy Syaikh Muqbil) 
Ilmuwan NASA ‘Menemukan’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil 
Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah alat yang merupakan bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar. 
Dengan menggunakan WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan, karena hasil penelitian tersebut menemukan bahwa alam semesta ini berbentuk seperti terompet. 
Pada bagian ujung belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak boleh diamati (unobservable), sedang bahagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata suriya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable). 
“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” (Az Zumar: 68) 
“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99) 
“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87) 
“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51) 
Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan terompet di hari kiamat itu tiga kali. Pertama, tiupan yang menggentarkan, lalu kedua yang mematikan seketika seluruh makhluk. Tiupan ketiga tanda mulainya hari kiamat, di mana semua dibangkitkan dan dikumpulkan. 
Kalau kita cermati, Al Quran menyebutkan bahawa tiupan itu selalu “di dalam” terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa di dalam (Fi)? 
Tim WMAP mengamati pola titik-titik panas dan dingin radiasi microwave kosmik, yang boleh menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah Big Bang. Proyek WMAP dari NASA membuat peta titik-titik tadi secara mendetail, hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yaitu tidak ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60 darjah. Ini menyimpulkan bahawa ketika mengembang, alam semesta terulur panjang. Sempit di awal dan kemudian makin lebar seperti corong. Mirip bentuk terompet abad pertengahan. Hal ini tentu mematahkan prediksi selama ini yang menyatakan bahwa bentuk alam semesta seperti bola (bulat) yang mengembang ke segala arah. 
Tim WMAP yakin bahwa alam semesta bukanlah berbentuk bola, tetapi berbentuk terompet. Alam semesta bukan meluas tak terbatas, tetapi dibatasi oleh ujung terompet. Jadi, alam semesta ada awal dan akhirnya. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal akhiru”. 

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16) 
“Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2) 

“Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat: 41-42) 

Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya 
Editor: Farid Zakaria 
Credit Info & Picture © NASA / WMAP Science Team (http://map.gsfc.nasa.gov/media/060915/index.html
Sumber asal
Get This